Asia

Africa

Soundslides

Events

Photojournalism

/ / Unlabelled / Puisi


BAYI KECIL
Sapaan embun  tidak menghentikan langkah kakimu
Senyum matahari tidak meluluhkan semangat mu
Lika-liku pengalaman, teman abadi dirimu
Hidup di Gelap,kembali ke titik terang

Sesungguh nya, aku bosan pada panggung kehidupan ini
,aku bosan pada keterpurukan ini, aku teramat hina , aku pantas di gelap,

Pegang kata Kau!
Genggam kata kau !
Bukan kotoran,bukan ancaman
Ini kasih sayang, Sebuah kepercayaan,

ku siapkan bahu kepercayaan, saat itu  aku sadar
tanpa dirimu aku hanya seperti rumput di padang pasir
tanpa dirimu aku hanya seonggok kotoran
tanpa dirimu aku hanya sesosok manusia hina yang tidak mempunyai jiwa,

bayi kecil sekarang dewasa
semakin dewasa semakin sadar
semakin dewasa semakin pintar
semakin dewasa semakin penuh tanggup jawab,

hai orang tua kini aku telah dewasa
hai orang tua kini aku kokoh
kini aku ingin kau orang tua bersandar dan hanya memanjatkan doa
untuk aku anak mu ...

SUDUT HATI TERAMAT HITAM
Sangat gelap, teramat gelap, tak bisa lihat...
Apa itu,Apa ini, Apa lagi..
Mengapa gelap, kenapa aku disini
Mengapa gelap, aku tak bisa lari

Gelap-gelap ingin sedikit cahaya
Bukan cahaya ini,bukan cahaya itu
Hanya ingin cahaya penuntun jalan
Haus-haus ingin sedikit Air
Bukan air ini,bukan air itu
Hanya ingin air penenang jiwa
Teman aku butuh teman
Bukan teman ini,bukan teman itu
Hanya teman akhirat ku

Suara ada suara -ku dengar suara
Terang mengapa terang
Kulihat  senyum semua orang
Itu ayah,itu ibu,adik,keluarga,dan semua
Berbaris bukan pramuka,angkat tangan bukan bermain,sujud bukan berbaring,duduk bukan berdiri
Apa itu apa, hati kecil senang terang,sudut hati teramat hitam
Tanya pada guru,tanya pada dosen,tanya pada profesor satu jawaban kewajiban umat islam.

KERUDUNG
Itu seyum mengiris hati
Itu senyum membawa aku pergi
Hei dara siapa kamu ,
Kerudung putih, lembut sekali
Kerudung pink, manis sekali
Kerudung merah, berani sekali
Kerudung biru, tenang sekali
Kerudung hitam, semakin cantik
Hei dara siapa kamu ,
Hatiku tergoda,hatiku terlupa
Lelaki jahat jodoh jahat
Lelaki baik jodoh baik
Aku lelaki jahat apa salah ingin yang baik

Rytme nada kehidupan
Gitar ini teman ku saat sendiri
teman ku saat bersedih
temanku saat bahagia
Suara ini bukan cempreng
Suara ini bukan meminta
Suara ini bukan menghiba
Kehidupan ini tidak lurus seperti penggaris
Kehidupan ini tak semerdu kicauan burung
Kehidupan ini tak seindah taman murjani


Rytme gitar nada kehidupan itu aku
Mengangkat beban,bermain palu,bermain semen,bermain cangkul,bermain gancu,bermain tanah ,mengamen,itu mainan ku
Pena,kertas,pulpen, senyum orang tua itu kewajiban diri ku
Rytme gitar nada kehidupan itu aku

Tak berada
Ini tangan bukan tangan ku
Ini kaki bukan kaki ku
Ini tubuh bukan tubuh ku
Ini wajah bukan wajah ku
Ini lidah bukan lidah ku
Noor Nabi Muhammad Saw ,Kekasih Allah
Kembali padanya menyembah padanya...

Johan Martha, lahir di Banjarbaru 17-mei-1992. Alamat Jln Irigasi Rt 01 Malintang kecamtan Gambut Kab Banjar .Anak pertama dari 7 bersaudara, pernah bersekolah di SDN Malintang 2,MTsN 1 Gambut,dan SMA 1 Gambut. Dan sekarang kuliah di perguruan tinggi STKIP PGRI Banjarmasin, dan sekarang mengabdi menjadi guru honorer di sdn sungai kupang kecamatan gambut kabupaten banjar..











«
Next

Posting Lebih Baru

»
Previous

This is the last post.

About Johan Martha

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

Tidak ada komentar :

Leave a Reply

galery